Laman

Minggu, 13 April 2014

TUGAS WAWANCARA GURU

TUGAS PAEDAGOGI
WAWANCARA GURU DENGAN SENI MENGAJAR PAEDAGOGI

D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
SANTHA REBECCA
NIM : 121301106
 



FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2014





BAB I
PENDAHULUAN
Mengajar merupakan seni dan ilmu mentransformasikan bahan ajar kepada peserta didik pada situasi dan dengan menggunakan media tertentu. Mengajar bermakna tindakan seseorang atau tim dalam memberi petunjuk atau menyampaikan infomasi, pengalaman, pengetahuan kepada subjek didik tertentu agar mereka memahaminya sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Seorang guru yang baik haruslah dipandang sebagai salah satu energi yang memberikan kontribusi positif yang luar biasa terhadap terciptanya suasana belajar siswa, termasuk membangkitkan minat mereka. Bagaimana kualitas seorang guru yang baik ditentukan oleh bagaimana cara dia mengajar, mentransformasi ilmu, dan memotivasi anak didiknya.
Pada wawancara ini, saya mewawancarai seorang guru SMA Methodist 1 jalan HangTuah No 4, Medan.  Alasan saya memilih untuk mewawancarai guru tersebut adalah karena dia merupakan guru bahasa Inggris sepupu saya yang kebetulan bersekolah di Methodist 1.
Berikut saya lampirkan Profil guru tersebut :
1.    Nama                      : CS
2.    Usia                        : 31 Tahun
3.    Jenis Kelamin         : Perempuan
4.    Status                     : Belum menikah
5.    Pendidikan             : S1
6.    Karir
a.       Sekolah                               : Methodist 1 Jalan HangTuah No 4, Medan
b.      Mulai mengajar                   : Tahun 2009 s/d sekarang
c.       Mata Pelajaran                    : Bahasa Inggris
d.      Mengajar di kelas               : kelas 10 & kelas 11
e.       Jumlah kelas yang diajar    : enam kelas
f.       Setrifikasi                           : belum sertifikasi karena sekarang minimal 8 tahun mengajar baru mendapat sertifikasi.

Berikut merupakan rancangan wawancara dengan guru yang akan saya lakukan;

RANCANGAN WAWANCARA GURU PAEDAGOGI
I.          PEMBUKA
Perkenalan interviewee dan tujuan wawancara

II.          ISI
1.    Apa pandangan guru mengenai pendidikan di Indonesia?
2.    Apa pandangan guru mengenai mata pelajaran yang diajarkan?
3.    Motivasi apa yang mendasari guru untuk terjun sebagai profesi guru?
4.    Bagaimana sudut pandang seorang guru dalam melihat peserta didik?
5.    Apa filosofi guru dalam mengajar?
6.    Apa pendekatan guru dalam mengajar?
7.    Sistem apa yang digunakan dalam mengajar?
8.    Fasilitas apa yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran?
9.    Apa kesan sebagai seorang guru?

III.          PENUTUP
Tanyakan apakah ada yang ingin ditanyakan guru kepada interviewer
Tanyakan apakah ada yang ingin disampaikan sebelum menutup wawancara
Gunakan non verbal closing ketika ingin menutup wawancara





BAB II
HASIL WAWANCARA
Wawancara dilakukan pada hari Jumat tanggal 11 April 2014 di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, Medan. Wawancara dilakukan pada pukul 10.55 WIB dan berakhir pada pukul 11.40 WIB. Berikut adalah laporan hasil wawancara;

I.          PEMBUKA
Di awal wawancara interviewer dan interviewee memulai dengan bersalaman dan memperkenalkan diri satu sama lain. Adapun yang saya katakan ketika berjumpa pertama kali adalah “Halo miss, nama saya Santha. Saya dari Fakultas Psikologi USU ingin mewawancarai miss tentang sistem pembelajaran Paedagogi. Apakah miss bersedia meluangkan waktu?” dan miss pun menjawab “Ya, boleh. Saya bersedia”
II.              ISI
Adapun pertanyaan yang saya ajukan kepada guru berisi 9 butir pertanyaan terkait dengan pendidikan dan pengajaran yang dilakukan guru tersebut kepada murid-murid setiap harinya. Berikut adalah hasil wawancara yang saya dapatkan :

1.    Apa pandangan Ibu Guru mengenai pendidikan di Indonesia?
Jawaban guru :
Menurut saya, pendidikan di Indonesia sekarang ini sangat maju tetapi tidak terlalu sesuai untuk diaplikasikan kepada siswa karena kurikulum baru yang dimunculkan pada bulan Juli 2013 oleh Pemerintah tidak sepenuhnya dimengerti oleh guru. Koordinasi pemerintah terhadap sekolah sangat kurang sehingga ketika guru diwajibkan untuk menggunakan kurikulum yang baru tersebut, guru tidak memiliki pengetahuan yang cukup dan kurikulum tersebut sangat membingungkan. Contohnya, kurikulum mewajibkan bahwa dalm proses pembelajaran harus memakai laptop dan LCD, serta bahan pembelajaran sebisa mungkin diambil dari internet sehingga wawasannya luas. Masalahnya adalah bahwa guru-guru dan murid masih belum menguasai kemajuan teknologi khusunya berkaitan dengan internet.

2.    Apa pandangan guru mengenai mata pelajaran yang ibu ajarkan?
Jawaban guru:
Sekarang ini jam les disekolah sudah dikurangin dari 6 les menjadi 2 les karena sekarang sudah banyak les bahasa Inggris diluar sekolah. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang sangat penting bagi siswa, tetapi bahasa Inggris kurang diminati siswa khususnya siswa SMA di Methodist. Anak-anak kurang menyadari pentingnya bahasa Inggris dalam berinteraksi dengan seseorang. Latar belakang siswa kebanyakan berasal dari kampung sehingga mereka susah untuk menerima dan mempelajari bahasa Inggris. Karena kebanyakan adalah siswa perantau, mereka sehari-harinya menggunakan bahasa daerah dan mereka juga kurang mengerti bahasa Indonesia. Berbahasa Indonesia saja mereka masih kurang mengerti apalagi berbahasa Inggris. Kadang-kadang siswa juga merasa letih untuk mempelajari bahasa Inggris sehingga guru sering mendapat respon negatif dari siswa.

3.    Motivasi apa yang mendasari ibu untuk terjun sebagai profesi guru?
Jawaban guru:
Dulu sih saya pengen kuliah di UNIMED tapi saya takut karena di UNIMED ada magang nya. Sempat juga sih dulu ingin jadi guru agama tetapi akhirnya berubah pikiran. Saya coba cari pekerjaan lain tapi saya merasa tidak enjoy. Saya berpikir bahwa saya haru ambil keputusan antara pendidikan atau kantoran. Karena basic nya saya pernah ngajar les privat jadi saya memutuskan untuk memilih ngajar dan ambil kuliah lagi ke Universitas Darma Agung untuk bisa jadi profesi guru. Rencana sih saya mau sekolah lagi agar bisa mengajar di tingkatan yang lebih tinggi.

4.    Bagaimana sudut pandang seorang guru dalam melihat peserta didik?
Jawaban guru:
Kalau menurut saya siswa itu tidak ada yang bodoh, hanya saja mereka malas dan motivasi belajar nya juga kurang. Kebanyakan siswa merantau dari derah kecil ke medan seperti dari tarutung, balige, dan rantau prapat sehingga bahasa ibu mereka juga bukan bahasa Indonesia melainkan bahasa daerah. Menurut penglihatan saya, siswa menganggap sekolah hanya sebagai formalitas saja dan suatu hal yang tidak terlalu penting.
Siswa yang merantau tersebut kebanyakan ngekos dan tinggal di rumah sendiri jadi mereka sangat bebas dan tidak ada orang tua yang mengawasi. Pengaruh kota teerhadap perilaku mereka juga sangat besar. Saya sering ketemu dengan murid saya di sun plaza. Ketika saya bertanya kepada mereka apa yang mereka lakukan sampai sore dan mereka menjawab bahwa mereka sedang diskusi. Saya bertanya-tanya kok diskusi di sun plaza tetapi anak-anak memang susah dibilangin jadi mereka sering membantah saya. Saya tidak bisa melakukan kekerasan seperi mencubit mereka karena saya tidak memiliki hak untuk itu. Pernah sekali saya pukul mereka dan mereka mengatakan “hayooo miss kami visum yaa” jadi saya tidak memiliki keberanian untuk melakukan agresi kepada mereka. Terserah anak-anak mereka mau belajar atau tidur dikelas, yang penting saya fokus kepada yang mau belajar saja.

5.    Apa filosofi guru dalam mengajar?
Jawaban guru:
Saya menginginkan bahwa seorang guru dapat menjadi inspirasi bagi muridnya. Saya berharap agar murid jangan takut kepada suatu mata pelajaran terutama bahasa Inggris. Sya berharap agar murd sadar bahwa mereka butuh belajar dan diajar oleh guru. Saya menginginkaagar murid sadar bahwa bahasa Inggris memang kebutuhan mereka bagi masa depan yang mereka dambakan.

6.    Apa pendekatan guru dalam mengajar?
Jawaban guru:
·         Problem solving
·         Discovery (menemukan sendiri)
·         Tanya pendapat
·         Pada kelas 11 saya ngajar dalam gaya conversation
·         Internet

7.    Sistem apa yang digunakan dalam belajar?
Jawaban guru:
·         Sistem Student Learning Center dan Teacher Learning Center
·         Metode diskusi dan presentasi
·         Metode memberi soal dan menjawab pertanyaan
·         Menemukan kata-kata baru dalam bahasa Inggris

8.    Apa kesan anda sebagai seorang guru?
Jawaban guru:
Saya merasa bahwa pekerjaan saya sangat dibutuhkan. Saya merasa bahwa saya melakukan hal yang sangat berguna bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Saya merasa senang ketika bertemu dengan siswa yang sudah bekerja. Saya senang karena ternyata bahasa Inggris berguna bagi mereka khusunya bagi murid yang lulus di PTN. Ada rasa bangga dan bahagia bahwa saya telah berhasil melakukan hal yang membawa anak-anak menuju cita-cita yang didambakan.

III.          PENUTUP
Pada bagian ini saya menanyakan kepada interviewee apakah ada yang ingin disampaikan berkaitan dengan topik tersebut dan guru mengatakan bahwa guru sudah cukup menjelaskan apa yang dimaksud oleh interviewee. Setelah itu, kami saling berpamitan dan bersalaman dengan ekspresi yang sangat puas.



BAB III
PEMBAHASAN
Pembelajaran selalu melibatkan hubungan antara pikiran seseorang atau sekelompok orang dan pikiran seseorang atau sekelompok orang lainnya. Kegiatan mengajar yang unggul dipandang sebagai proses akademik, dimana siswa termotivasi belajar secara berkelanjutan, substansial, dan positif terutama berkaitan dengan bagaimana mereka berpikir, bertindak, dan merasa. Guru dengan kemampuan mengajar yang unggul memiliki karakteristik sebagai berikut ini.
·      Memiliki pengetahuan tentang materi pelajaran
·      Menetapkan tujuan-tujuan pembelajaran yang sesuai dan mampu mengkomunikasikannya dengan jelas
·      Menunjukkan sikap positif dan kepercayaan terhadap siswa, serta mampu mengatasi kendala yang mungkin menghambat kemajuan belajar.
·      Mengevaluasi dan menilai siswa secara adil dan cepat
·      Mendorong siswa berfikir kreatif
·      Memandu siswa berhasil belajar melalui eksplorasi proses pemecahan masalah secara kreatif dan kritis.
·      Memberikan feedback secara teratur, konstruktif, dan obyektif untuk siswa
·      Mendengarkan dengan penuh perhatian, bersemangat, dan menunjukkan keakraban
·      Menggunakan bahasa sebagai jembatan budaya
·      Menanamkan keinginan pada siswa untuk belajar seumur hidup
·      Dsb
Berdasarkan kriteria diatas, ada beberapa kriteria yang tidak berhasil diaplikasikan oleh miss CS kepada siswanya. Miss CS tidak mampu untuk menguasai kurikulum pembelajaran yang baru. Miss CS masih merasa kesulitan dengan strategi-strategi atau teknik yang diwajibkan dalam kurikulum yang baru. Oleh karena itu, miss CS tidak terlalu mengikuti strategi yang ditentukan oleh kurikulum tetapi miss CS masih memakai strategi sendiri dalam mengajar. Miss CS juga merupakan guru yang baik dan mampu menyesuaikan gaya mengajar untuk mencapai tujuan belajar siswa yang berhasil walaupun dia tidak menguasai kurikulum sepenuhnya. Dalam mengajar, miss cs melihat latar belakang siswanya yang tidak terlalu mampu dalam berbahasa inggris. Banyak siswa yang menggunakan bahasa daerah dalam kegiatan sehari-hari seperti bahasa batak. Dalam mengatasi masalah tersebut, miss CS yang berasal dari suku batak mampu untuk mengerti kata-kata yang diucapkan oleh anak muridnya. Guru juga mengajarkan anak berbahasa Indonesia agar anak dapat mempelajari bahasa Inggris yang benar walaupun tidak sepasif yang diinginkan oleh kebanyakan guru.
Miss CS merupakan guru yang memiliki kriteria sebagai berikut;
A.  Confidence
Miss CS memiliki keyakinan terhadap diri sendiri walaupun dia mengalami kesulitan dalam memahami dan mengaplikasikan kurikulum baru. Dia tetap mengajar dengan strategi atau cara dia sendiri agar siswa mampu memhami pelajaran tersebut dan tidak terlalu kaku dalam pelajaran tersebut.
B.  Patience
Miss CS adalah orang yang sabar karena murid yang dihadapi miss CS merupakan anak-anak yang termasuk sulit untuk dididik. Murid-murid tersebut banyak berasal dari luar kota sehingga miss CS sulit untuk mengendalikan murid-murid.
C.  The ability to look at life in a different way and to explain a topic in a different way
Miss CS menerapkan strategi mengajar dengan cara yang lebih menyenangkan seperti belajar sambi menyanyi. Murid disuruh menyanyikan lagu bahasa Inggris yang disukai kemudian murid disuruh untuk menjelaskan apa makna yang terkandung dalam lagu tersebut. Dengan cara ini, secara tidak langsung murid telah mengetahui kosakata bahasa Inggris yang baru.
D.  Unwavering support
Miss CS teguh dalam melibatkan dukungan kepada murid. Miss CS berpendapat bahwa tidak ada murid yang bodoh, hanya saja murid kurang termotivasi untuk belajar. Miss CS tetap memberikan keyakinan besar kepada siswanya bahwa siswa mampu memahami materi pelajaran dengan baik jika mereka tidak bermalas-malasan.
E.   Pride in students accomplishment
Miss CS bangga atas prestasi yang telah dicapai oleh siswanya. Prestasi-prestasi yang telah diraih muridnya seperti lulus di PTN favorit dan mendapatkan peringkat dalam Olimpiade. Miss CS tidak malu-malu untuk menyatakan kepada masyarakat bahwa mereka adalah muridnya.
F.   Passion for life
Miss CS memiliki filosofi dalam mengajar yaitu guru sebagai inspirasi siswa dalam menentukan masa depan mereka. Miss CS tak henti-hentinya membuat siswa terus berpikir maju dan besar harapan miss CS agar siswanya sadar bahwa bahasa Inggris memang kebutuhan mereka
Disamping kriteria guru yang telah dijelaskan sebelumnya, miss CS bukanlah sosok guru yang sempurna. Miss CS adalah manusia yang tidak lepas dari kesalahan. Walaupun begitu, miss CS tetap berusaha sebaik-baiknya agar siswa dapat meraih prestasi.
Miss CS menganut prinsip Paedagogi Modern karena dalam sistem belajar, guru memfasilitsi murid dengan alat pendukung proses belajar yang modern. Teknik pengajarannya juga sudah dapat mentransformaikan konten pengetahuan, merangsang, mengawasi, dan memfasilitai pengembangan siswa. Fasilitas yng didapatkan oleh murid juga mendukung dalam proses belajar mengajar seperti adanya lab conversation, ruang kelas dilengkapi dengan LCD dan laptop, serta dalam menyampaikan topik pembelajaran, miss CS sering memutarkan film atau video yang mendukung.



BAB IV
KESIMPULAN
Menurut Buku PEDAGOGI, ANDRAGOGI, DAN HEUTAGOGI karangan Prof . Dr. Sudarwan Danim, miss CS belum sepenuhnya termasuk dalam kriteria guru yang memiliki kualitas yang baik. Miss CS hanya memiliki beberapa kualitas guru yang baik. Tetapi dalam praktik pengajarannya, miss CS sudah berusaha untuk menjadi guru yang sesuai dengan kriteria guru yang baik. Dalam praktik pengajaran, guru tidak selamanya mampu menerapkan teknik pengajaran seperti yang tertulis dalam teori dikarenakan terkadang situsi yang dihadapi harus mengahadapkan guru memunculkan kebijakan atau inisiatif baru yang dianggap sesuai untuk keberlangsungan proses pembelajaran.


BAB V
SARAN
Guru seharusnya mampu menghadapi segala situasi yang terjadi dalam proses belajar mengajar. Guru harus memiliki teknik-teknik yang mampu membuat siswa dapat menyenangi dan enjoy terhadap mata pelajaran tersebut. Sebaiknya sekolah dan guru memiliki koordinasi yang baik dalam menetapkan strategi belajar yang sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan oleh pemerintah. Guru juga harus mampu menguasi perkembangan teknologi dan guru sebaiknya harus up-to-date terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.`


Daftar Pustaka
Danim, Prof.Dr.Sudarwan. 2013. PEDAGOGI, ANDRAGOGI, DAN HEUTAGOGI. Bandung : Alfabeta.